Sejarah Tradisi Tukar Kaos Para Pesepakbola

Mungkin anda sering mengamati tradisi para pesebak bola seusai melakoni laga sarat emosi. Ya, mereka sejenak melupakan hasil dan menutupnya dengan bertukar kaos.

Berdasarkan catatan FIFA, tradisi bertukar kaos bermula pada tahun 1931. Kala itu tim Les Blues, julukan Prancis yang menang 5-2 atas Inggris meminta kaos para pemain Three Lions. Pada saat itu pula bertukar kaos dianggap suatu hal yang fenomenal di kancah sepak bola.

Tak berhenti, tradisi itu nyatanya terus berlanjut dan diikuti legenda sepak bola Brasil, Pele. Mantan punggawa Brasil bernama lengkap Edison Arantes do Nascimento itu bertukar kaos dengan salah satu legenda Inggris, Bobby Moore, pada gelaran yang mempertemukan Brasil dan Inggris di tahun 1970.

Lalu apa yang menyebabkan para pesepak bola mau bertukar kaos dengan pemain lainnya? Menurut informasi yang didapat, bertukar kaos merupakan bentuk sportivitas pemain setelah berhadapan selama 90 menit di lapangan. Bertukar kaos juga sebagai wadah untuk menunjukkan rasa hormat di antara para pemain. Selain itu, hal ini menunjukkan sikap ksatria pemain yang mau menerima hasil yang terjadi.

Namun selain rasa sportivitas, nyatanya banyak faktor yang menyebabkan pemain ingin bertukar kaos dengan pemain tim lawan. Di antaranya ketenaran seorang pemain yang dihadapi.

Di Indonesia sendiri hal itu sudah lumrah terjadi. Apalagi, kalau lawan yang dihadapi diisi oleh bintang yang namanya sudah melambung tinggi.

Ingat Andik Vermansyah, yang mendapat kostum David Beckham pasca pertandingan Indonesia Selection melawan LA Galaxy? Atau yang terbaru, di mana sang gelandang lincah Persebaya itu kembali mendapat kostum pasca pertandingan antara Liga Selection melawan Internazionale, Kamis (24/5) kemarin?

Di pertandingan Internazionale melawan Indonesia Selection, Bima Sakti, sosok pesepak bola veteran di tanah air, rupanya juga ingin melanjutkan tradisi yang sudah berjalan 81 tahun itu. Pemain Persema Malang itu mengatakan kalau dirinya ingin mendapatkan kaos dari Il Capitano Internazionale, Javier Zanetti.

“Mudah-mudahan bisa,” kata Bima Sakti, singkat.

Tak hanya Bima Sakti, tradisi itu nyatanya ingin dilanjutkan hampir semua pemain yang memperkuat Indonesia Selection. Di antaranya, Kurniawan Dwi Yulianto dan Ellie Eboy.

“Saya sih tidak mengincar kaos pemain tertentu. Yang ada saja,” kata Ellie Eboy.

sumber : http://bolanews.com/read/sepakbola/indonesia/8293-Tukar-Kaos-Ambisi-Bima-Sakti-Selain-Hasil-Baik.html

This entry was posted in Sports and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s